Tiga Hari Terjebak Longsor, Yuswadi si Awak Mobil Tangki Pejuang Energi dari Tanah Gayo

img

POSKOTAKALTIMNEWS : Di saat sebagian besar masyarakat menanti momen berkumpul bersama keluarga pada Hari Raya Idulfitri, ada sekelompok orang yang justru bersiap meninggalkan rumah demi memastikan kebutuhan energi tetap tersedia.

 

Mereka adalah para Awak Mobil Tangki (AMT), garda terdepan distribusi bahan bakar yang bekerja tanpa mengenal hari libur. Salah satu di antaranya adalah Yuswadi, AMT PT Elnusa Petrofin yang bertugas di Fuel Terminal Lhokseumawe, Aceh.

 

Bagi Yuswadi, menjalankan tugas mengantarkan BBM ke berbagai daerah bukan sekadar pekerjaan. Ada tanggung jawab besar yang melekat di setiap perjalanan, terutama ketika harus menembus wilayah-wilayah dengan medan berat dan risiko tinggi.

 

Pengalaman paling membekas terjadi pada akhir tahun lalu ketika ia mengirimkan pasokan BBM menuju kawasan dataran tinggi Tanah Gayo. Saat itu cuaca buruk memicu longsor yang menutup akses jalan utama.

 

Dalam hitungan jam, perjalanan yang semula rutin berubah menjadi perjuangan bertahan hidup.

 

Yuswadi bersama rekannya terjebak di tengah kawasan yang terisolasi. Jalan tertutup material longsor, kendaraan tidak dapat bergerak, sementara jaringan komunikasi terputus total. Tidak ada kepastian kapan bantuan akan datang.

 

Selama tiga hari mereka bertahan di tengah keterbatasan. Ketika kondisi memungkinkan, keduanya memutuskan berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencapai titik aman. Langkah demi langkah ditempuh melewati medan yang tidak mudah, hanya berbekal keyakinan bahwa mereka harus segera keluar dari situasi tersebut.

 

Namun pengalaman itu tidak membuat Yuswadi trauma menjalankan tugas. Sebaliknya, peristiwa tersebut semakin memperkuat keyakinannya tentang pentingnya energi bagi kehidupan masyarakat.

 

"Ketika bencana terjadi, masyarakat tetap membutuhkan BBM. Kendaraan logistik harus tetap berjalan, layanan darurat harus tetap beroperasi, dan aktivitas masyarakat harus terus berlangsung. Karena itu kami harus tetap menjalankan tugas," ujarnya.

 

Menjelang pelaksanaan Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 PT Pertamina (Persero), Yuswadi kembali menempuh rute yang pernah menjadi saksi perjuangannya.

 

Perjalanan dari Fuel Terminal Lhokseumawe menuju Aceh Tengah hingga Bener Meriah masih menjadi bagian dari tugas rutinnya.

 

Bedanya, kini ia melihat perubahan yang membawa harapan. Jalan yang sempat lumpuh perlahan pulih. Aktivitas masyarakat kembali bergerak. Perekonomian berangsur bangkit.

 

Bagi Yuswadi, pemandangan itu menghadirkan kebanggaan tersendiri. Ia menyadari bahwa energi yang didistribusikan bukan sekadar bahan bakar untuk kendaraan. Energi menjadi penggerak kehidupan, membantu masyarakat bangkit setelah menghadapi masa-masa sulit.

 

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika kebutuhan energi masyarakat meningkat signifikan, PT Elnusa Petrofin kembali mengerahkan seluruh kekuatan operasionalnya untuk mendukung Satgas RAFI 2026.

 

Ribuan Awak Mobil Tangki dan ribuan armada mobil tangki disiagakan di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh armada terhubung dengan sistem pengawasan digital berbasis GPS dan CCTV yang dipantau secara real-time melalui Road Traffic Control (RTC).

 

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan keandalan distribusi energi menjadi prioritas utama perusahaan.

 

Menurutnya, berbagai pengalaman menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi bekal penting untuk memperkuat kesiapan operasional perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional.

 

"Distribusi energi saat Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Kami memastikan seluruh personel, armada, dan sistem pendukung berada dalam kondisi optimal agar distribusi berjalan aman dan lancar," ujarnya.

 

Di balik kesiapan teknologi dan armada tersebut, terdapat ribuan pejuang energi seperti Yuswadi yang terus bergerak dari satu daerah ke daerah lain.

Mereka mungkin tidak selalu terlihat, tetapi peran mereka sangat penting. (hamid)